14/10/14

Perjalanan Menuju Sebuah Pernikahan Teman

....” Klink... Pesan Gambar masuk ke grup WhatsApp Psikoci,..”


Apaaa...?? dengan terkejutnya aku membaca berita gambar teersebut di HP ku.. Nisa mau nikah. Baru saja kami angkatan 2011 melakukan KKN hingga awal sepetember dan di pertengahan bulannya di kejutkan dengan berita pernikahan teman sekaligus saudara sepupu jauh.

Hal pertama yang aku lakukan yakni memverifikasi berita tersebut,, masih belum percaya aku. (dalam batin ku berucap). Dan langsung aku pun menghubungi Bule ku yakni Istri dari kakak mamak (ibunya nisa), dan beliau pun sudah mengetahui kabar tersebut dan selanjutnya mas Faris dan dia pun berkata sama sudah mengetahui kabar tersebut dan akan datang pada tanggal 14 Oktober besok.

Dengan cepat berita itu pun di sebarkan melalui via media sosial. Satu kata yang mengammbarkan diriku ketika membaca berita tersebut “Ragu”. Ya sebenernya memang tidak baik ragu akan sesuatu namun aku memang belum dengar sendiri dari orangnya langsung. Namun apa mau di kata, percaya dalam batin dulu aja.

Tiga tahun lama sudah aku mengenalnya sebagai teman dan dua tahun yang lalu aku baru tersadar bahwa dia adalah saudara sepupuku. Peristiwa itu tak terlupakan, kejadian itu pun di karenakan melihat foto-foto pernikahan kakakku dan malah dia yang sekarang menikah, Subhanallah. Inilah garis takdir yang telah di berikan oleh-Nya.


Hari terus berganti hingga kami sekelas sudah fix dalam kado dan kendaraan yang akan di pakai untuk kesana. Dan hampir semua anak kelas C angkatan 2011 turut hadir dalam acara tersebut. Perjalanan yang jauh serta cukup melelahkan telah kami tempuh, dan kebahagiaan akan teman kita akan menempuh sebuah kehidupan baru, yakni kehidupan berumah tangga.

Rembuk bahas kado dan kendaraan


Kami sekelas berkumpul di depan Multi Purpouse UIN dengan kendaraan roda dua. Setelah di bagi dua kelompok dalam pemberangkatan tersebut, kelompok pertama berangkat pukul 08.15 WIB sedangkan yang kelompok kedua saya kurang tahu. Disamping ada yang menggunakan kendaraan roda dua adapula yang menggunakan mobil baik itu kelas “C” ataupun kelas “B” psikologi angkatan 2011.

Akad nikah di lakukan pada pukul 08.30 dan tepat pukul 08.51 dapet kabar dari grup WA ijab qabul sah. Alhamdulillah. Setelah berlangsung ijab qabul kemudian diadakannya resepsi nikah di rumah nisa. Kelompok yag pertama berangkat tadi telah samapi pada perempatan salaman pukul 09.45 dan kamu menunggu kelompok selanjutnya guna datang bersama-sama.



Setelah berkumpul semua kami pun menuju lokasi yang berada di Tlahap Gunung tersebut. ketika kami sampai dilokasi ternyata sudah ada yang datang duluan yakni dari kelas B dan sebagian kelas C. Ketika itu nisa sedang di rias sehingga ia belum ada di kursi yang disediakan di depan. Kami pun di persilahkan makan terlebih dahulu, saya pun menyaksikan teman-teman makan barulah saya makan. Senang rasanya bila melihat teman bahagia.

Tak lama berselang teman-teman makan, mas imam dan nisa pun sudah di rias dengan cantin nan tampan. Mereka berdua pun berjalan menuju kursi yang sudah disediakan. Kilatan foto pun mulai menyambangai pengantin tersebut. satu dua orang maju kedepan untuk mengabadikan momen bahagia tersebut, tak terkecuali diri saya.

Keluarga Besar Imam Kurniawan dan Annisa Prihantini


Dalam runtutatan acara tersebut tak pelak mayoritas budaya yang digunakan yakni budaya Jawa. Aku pun kurang paham bila ada budaya Lampung. Disamping menunggu acara selanjutnya terdapat selingan hiburan dari para penyanyi, dan yang tak aku duga teman sekelasku yakni Yasfi Kandias iya pun turut menyumbang lagu. Dan tau apa, lagu itu sungguh sangat mengena yakni tentang CINTA. Tapi aku kurang tahu itu tahun berapa haha..

Yasfi Kandias


Setelah itu kami pun di suruh makan lagi, laden atau sinoman membawakan kami makanan kepada para tamu. Satu hal yang membuat terheran, teman-teman kelas berubah semua alias berbeda. Yaah mungkin inilah kodratnya yang namanya kondangan, semua berdandan. Suatu hal yang lumrah bagi wanita berdandan dalam acara pernikahan ataupun pesta.

Setelah itu para pengantin pun kembali ke belakang yakni mengganti pakaian yang lain, sebelumnya pakaian yang di gunakan yakni berwarna ungu dan setelah berganti lagi pakaian yang di gunakan yakni berwarna putih. Pada acara tersebut pun pengantin di tes agama oleh pemberi ceramah pernikahan baik rukun islam dan dalam bacaan Al-Quran.

Setelah di berikan cermah acara pun selesai dan di lakukan foto-foto bersama. Baik dari pihak perempuan maupun laki-laki. Pada acara sesi foto-foto tersebut kami anak psikologi sedikit membuat ricuh, alias enggak mau pergi saat sesi pemotretan haha..

Dari Kiri ke Kanan: Adam Baejuri, Imam Kurniawan dan Hendry Apriyansa

Dari Kiri ke Kanan: Adam, Hendry, Imam, Annisa, Maya dan Ima


                          
Setelah acara tersebut selesai kami pun mampir ke rumah temna kami yakni Insan Syarif Muttaqin yang berada di daerah Muntilan. Disana kami pun di jamu oleh kebun buah salak. Lama rasanya tak makan salak haha.. terima kasih insan.  Selain disuguhkan kebun buah kami pun dapat melihat sisa-sisa dari lahar dingin letusan wedus gembel pada tahun 2010. Gundukan pasir dan bongkahan batu besar menjadi pemandangan yang jarang kami saksikan.

Jalan-jalan Ke Muntilan at Kebun Buah Salak


Setelah menikmati buah salak dan makanan lain kami pun bersendau gurau dengan teman-teman. Selain itu pula kami pun berkenalan dengan ibunya sarif. Setelah canda tawa berlangsung tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 16.30. Kami pun berencana untuk pulang serta berpamitan kepada tuan rumah. Dan sebagian besar dari kami pulang ke Yogyakarta. Saya sendiri sampai Yogya tepat ketika Adzan Magrib berkumandang di Masjid UIN Sunan Kalijaga.

Sekian dari Saya,

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.


Tidak ada komentar:



blog design

Share this PostShare to FacebookShare to TwitterEmail ThisPin ThisShare on Google Plus